|
SEJARAH ANGGOTA-ANGGOTA

Disortir sesuai dengan tanggal
resmi menjadi anggota Sinode
(Catatan : Sejak 1969, Tata
Gereja dirubah dari sistem Kongregrasional menjadi sistem
Presbiterial Sinodal)
Halaman 1 ( Gereja no. 01 - 07)
|
01.
GEREJA KRISTUS KETAPANG
02. GEREJA KRISTUS MANGGA BESAR(†)
(http://gkketapang.org)
Yang kini dikenal
sebagai Gereja Kristus Ketapang adalah kelanjutan dari usaha
Pekabaran Injil yang dilayani oleh gereja Methodist Episcopal North,
Amerika Serikat yang memulai pelayanan misinya sejak 1905 dengan
kedatangan Pdt. J. R. Denyes. Namun yang berkaitan langsung dengan
sejarah pertumbuhan Gereja Kristus Ketapang adalah Worthington dan
Baugham dengan mulai mengadakan kumpulan Pekabaran lnjil di kediaman
keluarge Lie Teng Ho di Kampung Muka (dihadiri tak lebih dari 10
orang). Dari Kampung Muka tempat kumpulan dialihkan ke Gang Batu
(kini JI. Ketapang Utara) dan selanjutnya dialihkan ke salah satu
rumah di Molenvliet Oost (kini JI. Hayam Wuruk), hingga akhirnya
dipindahkan ke JI. Mangga Besar No. 9, Jakarta.
Status
jemaat semula berada Iangsung di bawah Methodist Mission dan
diperintah sepenuhnya oleh seorang pendeta Methodist di bawah
pengawasan Superintendent Methodist dan diberi nama Gereja Methodist
Mission. Tahun 1926 status jemaat ditingkatkan dengan diangkatnya
Majelis Gereja sendiri dengan Pdt. A. V. Klaus sebagai ketuanya.
Gereja tersebut diberi nama Gereja Methodist Mangga Besar.
Missionary Methodist terakhir yang ditugaskan mengurus gereja
tersebut adalah Pdt. H. C. Bower.
Pada
tahun 1927, Methodist Mission mengundurkan diri dari pulau Jawa
untuk selanjutnya memfokuskan pelayanan di Sumatera, sehingga mereka
juga melepaskanperwaliannya atas Gereja Mangga Besar.
Sedianya jemaat Methodist di Jawa Barat hendak
diserahkan perwaliannya ke Nederlands Zending Vereeniging (NZV) yang
waktu itu telah memberlakukan perwaliannya atas jemaat lain seperti
Patekoan dan Senen. Namun saat itu telah berkembang situasi yang
mempengaruhi keputusan jemaat Mangga Besar, yaitu dengan
diselenggarakannya Konperensi Kristen Tionghoa pada 27 Nopemher 1926
di Cipaku, Bogor yang memutuskan membentuk Bond Kristen Tionghoa
(Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Tjong Hwee) yang pembentukannya
dipengaruhi oleh The National Christian Council in China (1922) dan
kehidupannya dipengaruhi oteh The Church of Christ in China
yang bertujuan mendorong agar jemaat Tionghoa di Jawa Barat untuk
berdikari.
Dengan latar belakang
berdikari itu, maka Gereja Methodist Mangga Besar memutuskan untuk
membentuk gereja yang berdiri sendiri dan diberi nama Tiong Hoa Kie
Tok Kauw Hwee. Pada tanggal 11 Januari 1928 ditetapkan berdirinya Gereja
T.H.K.T.K.H Mangga Besar cq Gereja Kristus Ketapang (Jl.
KH Zainul Arifin 9, Jakarta).
Gereja
Kristus Jemaat Mangga Besar telah memisahkan diri dari Sinode Gereja
Kristus sejak 16 Agustus 2004, dan menamakan dirinya Sinode
Gereja Kristus Yesus (GKY) |
|
03. GEREJA KRISTUS
BOGOR
(Berdiri pada 27 Desember 1935)
Sejarah GK
Bogor dapat dibaca
di Halaman Khusus HUT-70:
http://gkbogor.org/HUT70/ |
|
04. GEREJA
KRISTUS PURWAKARTA
Dari keterangan yang dapat dipercaya, berdirinya
Gereja Kristus jemaat Purwakarta dimulai sekitar tahun 1939 dengan
mengadakan kegiatan kerohanian di kota Purwakarta yang bertujuan
untuk menyampaikan "Berita Keselamatan " .
Misi itu dipimpin oleh Pdt. Dzao Sze Kuang dari
Gereja Chung Hua Chi Tuh Ciao Hui Gang Ketapang Jakarta, dan dibantu
oleh seorang aktivis Gereja Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwee Mangga Besar
Jakarta, bernama Tan Hoi Fa. Kegiatan mereka dimulai dari kebaktian
perumahan dan juga sekolah minggu yang diadakan dirumah-rumah yang
dikunjungi tersebut.
Temyata
hal ini mendapat sambutan luar biasa sehingga kegiatan ini terus
berjalan sampai tahun 1946 walau harus berpindah tempat, dimulai
dari sebuah rumah yang merangkap toko sepatu milik Ny. Djan Nam di
JI. Pasar Jumat (JI.Jend. Sudirman), lalu pindah ke rumah Ibu
Beijen, lalu ke kel. Lie Hok Kin. Berpindah-pindah tempat ini
dikarenakan karena banyaknya etnis Tionghoa banyak bermukim di
daerah-daerah tersebut (Pecinan).
Persekutuan ini mulai menampakkan hasil, dilihat dari
jumlah jemaat yang menjadi sekitar 20 orang (pria dan wanita) a.l
dari kel : Tan Tjoe Kim, Lie Tjeng Hong, Liem Tjin Liang dll. Pada
sekitar tahun 1946, ketika jumlah pengikut persekutuan bertambah
banyak, tempat untuk bersekutu pindah lagi ke kel. Kong Tjoei Hoa.
Di tempat ini, seluruh kegiatan berjalan dengan baik. Saat itu
kegiatan masih dilayani oleh Hamba Tuhan dan aktivis dari gereja
CHCTCH Ketapang Jakarta, antara lain Bpk. Tan Hoi Fa, Bapak Kho Im
Hiong, Bapak eddy Yo Soen Houw, Bpk. The Soen Liong, Bpk. Choo Poh
Kiong, Bpk. Choo Pon Chong dan Bpk. Emile Chandra.
Sebagai
puncak dari seluruh kegiatan ini adalah diselenggarakannya Sakramen
Baptisan Kudus Dewasa pertama kali di Purwakarta atas 14 orang pada
tanggal 22 Juni 1952, dilayani
oleh Pdt. Khoe Lan Seng dari CHCTCH Ketapang Jakarta. Peristiwa
inilah yang dipakai sebagai tonggak sejarah berdirinya Gereja
Kristus di Purwakarta. |
|
05. GEREJA KRISTUS
PETAMBURAN
Pada tanggal 8 September
1954 jam 20.00, di rumah
keluarga Khoe May Seng di JI. Pejompongan (JI. KS Tubun) No. 2
Jakarta, diadakan pertemuan dari hati ke hati di samping bertukar
pikiran tentang permasalahan pemisahan dan pengunduran diri 54 orang
anggota Gereja CHCTCH Tanah Abang, akibat perbedaan pendapat atas
kebijaksanaan pencalonan Majelis CHCTCH Tanah Abang.
Pertemuan
dihadiri oleh beberapa saudara, antara lain Tjie Hok Goan, Lim Kim
Pon, Liem Koen Bok, Khoe May Seng, Khoe Hong Lim, Khoe Sin Lim, Ong
Tjong Eng, Nio Liong Kin, Ny. Khoe Antjie Nio, Tjoa Tek Koen, Ny.
Polina Majiah dan Ny. Netty Tamsil. Pembicaraan berkisar tentang
kelanjutan penggembalaan rohani 54 orang anggota jemaat tersebut.
Kemudian diputuskan untuk mengusahakan tempat kebaktian rutin dan
memiliki seorang pengerja tetap untuk memimpin penggembalaan jemaat.
Kebaktian pertama kali diadakan di rumah Khoe May Seng, Jl.
Pejompongan No. 2, Jakarta dengan pengerja tetap Tjoa Tek Koen, yang
kemudian hari diteguhkan sebagai Guru Injil pada bulan Januari 1954
di GerejaCHCTCH Tanah Abang. Kemudian Sakramen Perjamuan Kudus
pertama dilangsungkan pada tanggal 31 Oktober 1954, di mana sebagian
peralatan diperoleh lewat sumbangan dan lainnya dibeli di pasar.
Melalui rapat pertama pada tanggal 8 Desember 1954 diputuskan bahwa
gereja sekarang berstatus "berdiri sendiri" dan lepas dari gereja
CHCTCH Tanah Abang. Keputusan ini sudah digumuli bersama dan
dipertimbangkan matang-matang dari berbagai sudut, termasuk masalah
keuangan dan tempat peribadatan yang tetap.
Keputusan penting ini
ditindak lanjuti dengan dibentuknya panitia sementara pengurus
gereja dan pada tanggal 5 Desember 1954 melalui rapat pleno pengurus
lengkap, dibentuklah kepengurusan Majelis I (periode 1954-1957)
yang
dilantik pada tanggal 10 Desember 1954 dan atas keputusan
pleno, pengurus sepakat bahwa tanggal tersebut adalah tanggal
kelahiran Gereja Kristus Tiong Hoa
(Chung Hua Chi Tuh Chiao Hui) Petamburan. |

06. GEREJA KRISTUS
JEMBATAN HITAM
Gereja
Kristus Jembatan hitam bukan berasal dari Gereja Kristus yang berada
dalam Iingkungan sinodenya, tetapi berasal dari Yayasan Anugerah
Almaseh.
Sekelompok
orang percaya mengadakan persekutuan di rumah Jap Tjin Siang di JI.
Pengukiran No. 39, Jakarta Barat di awal tahun 1958. Dengan
anugerahNya, Tuhan menambahkan terus jumlah orang yang bersekutu
sehingga dibentuklah badan hukum yang bernama "Yayasan Gereja
Almaseh" pada tanggal 17 Desember 1958 dengan susunan pengurus
sebagai berikut:
Ketua : Jap Tjin Siang ; Wakil Ketua
: Thio Tek Ho ; Penulis 1 : Tan
Tjan Goan
Bendahara : Lie Tong Seng ; Penasehat
: Lim Tiang Goan ; Ex Officio :
Pdt. The Eng Siang
Namun
yayasan ini tidak bertahan lama dan pada tanggal 2 Juli 1960,
persekutuan ini secara resmi masuk dan diterima menjadi anggota
Sinode Gereja Kristus. |
|
07. GEREJA KRISTUS
TELUKBETUNG
Tahun
1928 / 1929, Gereja Kristus yang sekarang berdiri di jalan Pattimura
no. 10, Bandar Lampung, adalah kelanjutan dari Zending
Methodist yang sudah ada sebelum perang dunia II. Kebaktian dimulai
dengan menggunakan perumahan di jalan Kakap (kampung Gudang Garam).
Tahun
1943 / 1944, saat pendudukan jepang, banyak pemimpin Methodist
ditawan oleh pihak Jepang dan pelayanan ibadah diteruskan oleh
jemaat dengan menggunakan rumah tinggal pribadi untuk kebaktian. Hal
ini disponsori oleh Bpk. Tan Kim Tjoan, menggunakan rumahnya di jl.
Kalimantan, Telukbetung. Hal inilah yang menjadi awal sejarah
berdirinya gereja.
Tahun
1944, saat keadaan aman, tempat kebaktian menggunakan kediaman Bpk.
Pdt. Pattiasina dengan kehadiran jemaat antara 10 - 15 orang yang
dilayani oleh a.l. Bpk. Pdt. C. L. Tobing, Pdt. Pattiasina,
G. I. Wim sahertian, Tan Kim Tjoan dan Ang Teck
Tjiang.
Kira-kira
1 bulan kemudian, kebaktian dipindahkan ke JI. Tenggiri (yang disewa
oleh Bpk. Tan Kim Tjoan), karena jepang menginternir
orang Ambon, termasuk Pdt. Pattiasina. Selanjutnya dalam kurun waktu
1951 / 1959, gereja makin berkembang dan diperlukan seorang hamba
Tuhan full-time. Pada tanggal 9 September 1951, Pdt.
Harjowasito membawa seorang Guru Injil dari Jogja yaitu Lim
DjinTiang untuk melayani jemaat CHCTCH Telukbetung dan CHCTCH Metro.
Seiring
perkembangannya di tahun 1952, jemaat yang memakai bahasa Hokian
memisahkan diri dan mendirikan Gereja Tritunggal, tapi Bpk. Tan Kim
Tjoan dan Bpk. Ang Teck Tjiang tetap mempertahankan kebaktian
di Hotel Bandung. Tahun 1953, G.I. Lim DjinTiang mengundurkan diri
dan pelayanan diisi oleh Bpk. Tan Kim Tjoan dan Bpk. Ang
Teck Tjiang. Perjamuan kudus serta baptisan dilayani oleh pendeta
dari Bogor / Jakarta yaitu : Pdt. Khoe Lan seng dan Pdt. Ang Soen
Kauw. Sebagai pengganti G.I. Lim DjinTiang, direkrutlah G.I. Ong
Tjay Beng pada tanggal 25 Nopember 1959.
Keinginan
untuk mempunyai gedung gereja sendiri terus digumuli dan untuk itu,
dibentuklah Panitia Pembanguna Gedung Gereja pada tahun 1960 yang
diketuai oleh G.I. Ong Tjay Beng, Bendahara : Sdri. Oey Kim Siok,
Penasehat : Oen Tjeng Yam. Sebagai kelengkapan administrasi, pada
tanggal 5 Juli 1961 dibentuk Yayasan Gereja Kristus
Telukbetung yang bergabung dengan Sinode Gereja Kristus. |
|