Visi Misi Gereja Kristus

Bersamaan dengan Visi Misi Sinode yaitu Menjadi Gereja yang Misioner, menciptakan Iklim Pelayanan yang baik, kepemimpinan yang tepat dan pengajaran yang Alkitabiah menjadi trget yang ingin dicapai.

Bersamaan dengan Visi Misi Sinode yaitu Menjadi Gereja yang Misioner, menciptakan Iklim Pelayanan yang baik, kepemimpinan yang tepat dan pengajaran yang Alkitabiah menjadi trget yang ingin dicapai. Dengan demikian setiap anggota bertumbuh melalui Ibadah, Kelompok Kecil (Care Group), dan Pelayanan serta mengabarkan Injil baik di lingkungannya maupun sampai ke ujung dunia. Karena Firman Tuhan berkata: “Kamu adalah garam dan terang dunia” bukan hanya garam dan terang gereja.

Visi misi inilah yang menjadi inti dari perjalanan SGK secara konsisten, sehingga akan tercipta benang merah yang berkesinambungan dari setiap masa periode kepengurusan. Dalam rangka mendukung serta melancarkan terciptanya visi dan misi ini, maka terdapat 4 (empat) pilar pendukung, yaitu:

1. Konsep Misioner yang Biblikal.
Dalam proses pergumulan pertumbuhan gereja, kami bersama menyakini bahwa prinsip-prinsip jemaat mula-mula (Kis. 2:41-47) sebagai dasar Misi SGK. Sehingga misi gereja tidak hanya berdasarkan teori manusia namun berdasarkan Firman Tuhan.

a. Ibadah.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah.

b. Care Group.
Mereka bertekun dalam persekutuan selalu berkumpul dan berdoa sambil memuji Allah. Mereka saling membantu dan membangun dalam komunitasnya sehingga persekutuan mereka bertumbuh, makin disukai oleh Tuhan dan disukai banyak orang.

c. Pelayanan.
Setiap orang yang mengalami kasih Tuhan dan bertumbuh melalui Firman Tuhan, pasti rindu menjadi berkat bagi orang lain. Karena itu jemaat tidak tinggal diam, mereka melakukan pelayanan dan pekabaran Injil, “dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan” hingga akhirnya Injil kasih karunia Allah sampai kepada bangsa-bangsa non Yahudi.

2. Sumber Daya Manusia yang Berkualitas dan Handal.
Sumber Daya Manusia pun merupakan alat utama yang penting bagi pertumbuhan gerejaNya. Oleh karena itu, pembinaan pun menjadi sangat penting untuk memperlengkapi para penatua dan rohaniwan yang melayani. Demikianlah para majelis jemaat dapat memperhatikan dan mendorong gereja lokal untuk mengikuti pembinaan dan kegiatan yang diadakan oleh SGK. Pembinaan tidak selalu dilakukan di dalam suatu kelas ataupun seminar, namun dapat pula berupa studi banding, visitasi maupun praktek lapangan. Karena SDM yang berintegritas dan tangguh melebihi emas dan permata.

3. Kemampuan finansial yang mendukung.
Aspek finansial bukan merupakan aspek paling utama dan segala-galanya. Namun, kemampuan finansial yang mendukung akan sangat membantu dalam melakukan hal-hal signifikan untuk pertumbuhan gereja.

4. Komunikasi dan jejaring yang luas.
Barometer dari pihak lain, baik keluarga, teman, rekan dan sebagainya dapat memberikan masukan bagi kami untuk mengevaluasi dan menilai diri guna kemajuan yang lebih baik. Diperlukan pula komunikasi dan sinergi dengan gereja-gereja serta yayasan-yayasan maupun saudara-saudara seiman lainnya. Sehingga kami memiliki wawasan yang luas dan terus terpacu untuk belajar. Demikianlah hal ini akan membangun iklim yang mendukung untuk terus bertumbuh ke arah Kristus Sang Kepala Gereja.

Untuk itulah kami menyatukan hati dan merapatkan barisan dalam melaksanakan perintah Tuhan untuk hidup bertumbuh dalam segala hal secara khusus dalam lingkungan pelayanan Sinode Gereja Kristus. Segala kemuliaan bagi nama Tuhan, Soli deo Gloria!